Membangun Kolektivitas, Mentalitas, dan Militansi Dalam Jiwa Aktivis Dakwah Kampus

oleh : abdul hajad

 “Sesungguhnya allah mencintai orang-orang yang berperang dijalannya dalam barisan yang teratur mereka seakan-akan seperti bangunan yang tersusun kokoh..”( —Qs. As shaff : 4 )

 “Adapun jika hati kalian bersatu, segala tujuan diarahkan kepda Allah, segala sesuatunya kalian lakukan karena semata-mata mentaati Allah dan demi mencari ridha-Nya, maka tak usahlah kalian bersedih hati. Kalian lebih tinggi, lebih unggul, dan Allah akan selalu menyertai kalian dan tidak akan menyia-nyiakan amal kalian. Adakah bahaya yang lebih mengerikan yang akan menimpa kita, selain daripada bahaya hati, kelemahan jiwa dan semangat, beragamnya hawa nafsu dan bersilangsengketanya pendapat dan pikiran. (Syahid Hasan Al-Banna)

Melihat kondisi umat saat ini tidak selayaknya seorang aktivis dakwah berleha-leha dan terlena dalam kesenangan duniawi. Dia harus segera mungkin bangkit dari keterpurukan dunia dan senantiasa berada dalam kondisi siap bergerak (keep moving) setiap saat. Karena umat sangat membutuhkan kerja-kerjanya, membutuhkan pencerahan darinya dan membutuhkan uluran kasih dan cintanya.

Seorang aktivis dakwah tidak boleh selalu memperioritaskan kepentingan pribadi dari pada kepentingan umat dikarenakan ditakutkan akan timbul sifat futur (lemah), menghindar dari dakwah dan kelalaian dalam jiwanya. Dia akan terbuai dan lupa terhadap kepentingan dakwah ini, menghilangnya sikap amanah, dan tanggung jawab dalam dirinya sebagai pembawa risalah. Dan juga ditakutkan dia terjerembab dalam lubang cinta dunia dan takut akhirat (wahn).

Perjuangan seorang aktivis dakwah akan senantiasa ditunggu umat ini. Umat yang tersesat dalam lubang kemaksiatan, umat yang terjerembab dalam kehinaan dan ketidakberdayaan, umat yang terdiagnosa penyakit kronis dahsyat yang hanya dengan cahaya islam penyakit tersebut bisa disembuhkan. Kemujahadahan dalam keseharian seorang aktivis dakwah menjadikannya cahaya-cahaya penerang ditengah kegelapan, menjadikannya pahlawan ditengah gemuruh perang idiologi sekuler saat ini, menjadikannya pemberi peta petunjuk jalan bagi kesesatan, menjadikannya pilar-pilar penyanggah bangunan besar kebangkitan islam yang kokoh dan kuat.

Dakwah kampus dakwah yang perlu inovasi, spekulasi dan imajinasi, berintegrasi antar satu sama lain, dan sinergisitas antar lini dalam struktural. Maka dari itu membutuhkan kerja kolektif dan interaktif dalam implementasinya. Bangunan kokoh ini tidak bisa hanya dibangun oleh satu atau dua orang tapi memerlukan banyak sdm yang menyanggahnya, aktivis-aktivis  yang punya niat tulus, ikhlas dan istiqomah dalam perjuangan.

Tentunya mentalitas dan loyalitas harus selalu dijunjung tinggi para pelaku dakwah kampus. Lingkungan Kampus yang heterogen dan beraneka ragam individu mengharuskan aktivis kampus selalu mencari solusi dari setiap problematika dakwah yang mereka hadapi. Mereka membutuhkan ide-ide cemerlang dari para rekan-rekan dakwahnya. Tentunya semakin banyak orang semakin banyak pemikiran dan ide-ide terlontar.

Medan dakwah kampus yang menantang akan sulit diemban hanya dengan segelintir orang tanpa visi dan misi,  tanpa prinsip yang kuat dan semangat yang dahsyat. Dakwah kampus harus dibangun diatas idealisme kuat para aktivisnya, medan yang heterogen dan menantang  membutuhkan orang-orang yang memiliki semangat tanpa batas, militansi tiada mati dan pergerakan yang tiada henti. Menancapkan nilai-nilai idealisme dalam tubuh aktivis kampus memang tidak mudah, akan tetapi akan lebih sulit lagi jika tidak dibangun dari awal.

Itulah sebabnya mereka semua harus ditempa dalam lapangan perjuangan sesungguhnya bagaimana mereka bisa mengambil  setiap persitiwa sebagai bahan pembelajaran mereka. Pelatihan totalitas dan loyalitas senantiasa dikedepankan sebagai pembelajaran untuk mereka dan refrensi dalam landasan pergerakan yang lebih progresif. Ketika totalitas dan loyalitas terbentuk dan terpasung didada mereka, sudah diapstikan sikap militansi perjuangan akan terbangun dengan sendirinya dijiwa para aktivis kampus.

Ketika seorang aktivis kampus yang masih belum berpengalaman atau hasil rekrutan kampus dibina dengan benar dan didik dengan matang tentu inputan tarbiyah dan pembentukan fikrah akan menjadikanya aktivis sesungguhnya. Memahami metode pergerakan dan akan menjadi bagian dari kontribusi perjuangan tidak hanya mendukung tapi ikut terjun dilapangan. Tidak mencla mencle, apatis, lemah, penakut dan juga manja.

Sayyid Quthb dalam Dirasah Islamiyah; bab Islam Berjuang ,berkata “ Islam adalah aqidah revolusioner yang aktif. Artinya kalau ia menyentuh hati manusia dengan cara yang benar, maka dalam hati itu akan terjadi suatu revolusi: revolusi dalam konsepsi, revolusi dalam perasaan, revolusi dalam cara menjalani kehidupan, dan hubungan individu dan kelompok. Revolusi yang berdasarkan persamaan mutlak antara seluruh umat manusia. Seorang tidak lebih baik dari yang lainnya selain dengan taqwa”.

Berikut ini beberapa indikator yang mesti ditegakkan dalam tubuh organisasi dakwah untuk membangun kolektivitas, mentalitas dan militansi para kader dakwahnya sehingga mereka menjadi aktivis-aktivis dakwah yang bermental kesatria :

             Kolektivitas

  1. Menanamkan matang-matang pada kader dakwah untuk selalu berorientasi pada proses bukan hasil. Sehingga mereka tidak selabatan (asal-asalan),terburu-buru dan main hantam dalam bergerak tanpa mengindahkan konsep beramal jama’i.
  2. Memahami peran dan fungsionalitas struktural organisasi dakwah dalam bergerak. Dakwah ini dibangun diatas kerapihan, kefahaman dan kedisiplinan. Kefahaman disini dimaksudkan memahami antara struktural garis komando dan koordinasi, antara rekomendasi dan intruksi.
  3. Membangun ukhuwah islamiyah antar kader dakwah dalam tingkatan hirarki (taaruf, tafahum, takaful dan it’sar). sehingga budaya nasehat menasehati antara qiyadah dan jundiyah menjadi kewajiban dan kebutuhan.

             Mentalitas

  1. Menanamkan kecintaan akan dakwah yang berorientasi pada ruhul istijabah (panggilan hati dan responsibility).
  2. Menumbuhkan sikap totalitas dan loyalitas dalam berdakwah.dakwah ini dibangun diatas perjuangan bukan keputusasaan apalagi keterpurukan. dakwah hanya akan dipikul oleh orang-orang yang kuat dan teguh dalam perjuangan, bermental baja dan berjiwa kesatria.
  3. Mengadakan dauroh-dauroh (pelatihan) yang membangun mentalitas dan keberanian baik rukhiyah, fikhriyah dan jasadiyah

    Militansi
  1. Mengikut sertakan kader dakwah dalam setiap kepanitiaan kecil meskipun masih kader baru dan  belum berpengalaman.
  2. Menanamkan manhaj dakwah dan pergerakan dalam perspektif perjuangan sesungguhnya.
  3. Bedah tokoh (pejuang dakwah) masa lalu, degan tujuan membiasakan para kader dakwah untuk senantiasa mengambil hikmah dari kisah para pendahulu dakwah ini, dimana mereka semua penuh dengan ujian dan tekanan bahkan ancaman pembunuhan.

Saya teringat kata seorang syuhada pendiri harakah islamiyah yang sangat fenomenal al ikhwanul al muslimin “Dakwah ini tidak mengenal sikap ganda. Ia hanya mengenal satu sikap totalitas. Siapa yang bersedia untuk itu, maka ia harus hidup bersama da’wah dan da’wah pun melebur dalam dirinya. Sebaliknya, barangsiapa yang lemah dalam memikul beban ini, ia terhalang dari pahala besar mujahid dan tertinggal besama orang-orang yang duduk. Lalu Allah SWT akan mengganti mereka dengan generasi lain yang lebih baik dan lebih sanggup memikul beban da’wah ini” (Syahid Hasan Al Banna ).

Jika kita ambil hikmah dari perkataan beliau jelas bahwa dakwah ini hanya pantas diemban oleh orang-orang yang bermental baja, tsiqoh pada jamaah, teguh dalam manis pahit perjuangan dan bekerja secara kolektif dalam pergerakan dakwahnya. Tidak individualistik, tapi berjamaah, totalitas dalam berjuang dan terstruktur rapi dalam aplikasiya.

Ketika sikap kolektifitas, mentalitas dan militansi sudah terbangun dalam jiwa aktivis kampus sudah dipastikan sifat responsibility (cepat tanggap) terhadap situasi dan kondisi umat (masyarakat kampus : mahasiswa) mereka akan cepat bergerak secara  terstruktur, rapih, inovasi, dinamis dan kolektif untuk merncari problem solvingnya dari setiap situasi dan kondisi.

Mereka akan cepat menanggapi isu-isu dan informasi-informasi terbaru, tidak mudah mengeluh,teguh dalam perjuangan dan senantiasa berusaha dalam mecari akar permasalahan dan solusi dari setiap problematika yang mereka temui. Analisa dan kajian akan jadi agenda wajib dikeseharian mereka, diskusi dan konsolidasi menjadi kebutuhan dan kekuatan bagi mereka.

Mereka seakan tidak punya waktu untuk bersantai ria, tidak punya waktu untuk bercanda tawa dan tidak punya waktu untuk memikirkan hal-hal yang tidak berguna diluar aktivitas dakwah mereka. Mereka akan menjadi palang pintu yang sulit ditembus dari setiap kemaksiatan. Mereka akan menjadi perisai bagi umat dikondisi perang pemikiran saat ini. Mereka akan selalu ada digarda barisan terdepan dalam membela nilai-nilai kebenaran.

Mereka akan selalu berdiri diatas kemuliaan, berjalan diatas perjuangan dan bekerja bersama -sama dalam membangun islamisasi kampus menuju kampus madani dimana nilai-nilaiislam yang akan dijadikan referensi juga sumber hukum dalam kesehariannya. Wallahu’alam

‎”Tentukanlah di mana posisimu ; penonton yang mencari hiburan, penunggu yang tak punya empati, atau pengharap kegagalan karena ada yang tak sejalan dengan persepsi mereka. Atau penuntun dan pengikut dengan pengenalan sistem navigasi yang akurat dan keyakinan yang mantap, bahwa laut tetap bergelombang dan di seberang ada pantai harapan.” ( Ust. Rahmat Abdullah )

About these ads

Tentang dakwahadalahsolusi

"Peradaban Islam diukir oleh dua hal; hitam tinta para ulama dan merah darah para syuhada. Keduanya bersinergi mengguncang dunia, memecah simpul-simpul zalim yang mengikat kejayaan Islam sekian lama. Jika tak ada ruang untuk memilih diantara keduanya, maka melaksanakan keduanya adalah puncak kemuliaan". (Abdullah Azzam) Sudah seyogyanya umat Islam tidak memandang Amerika segala-galanya. Bangsa Amerika adalah orang yang dungu dan lugu apabila kita memandangnya dari lensa keimanan, ya meski jumlah mereka besar sekali di berbagai Negara dan mereka memiliki kontrol terhadap pendidikan di negeri-negeri muslim. (Sayyid Quthb ) “Ambilah dariku pelajaran ini. Aku hadir ke negeri ini bagaikan seekor semut kecil. Lalu allah memberi nikmat yang besar ini. Maka tetaplah di jalan yang telah aku lalui. Bekerjalah untuk memuliakan agama islam ini, menghormati umatnya. Janganlah engkau hamburkan uang negara, berfoya-foya, dan menggunakannya melampaui batas yang semestinya. Sungguh itu semua adalah sebab-sebab terbesar datangnya kehancuran.” (muhammad al fatih) "Berjuanglah untuk kebaikan dan kebenaran, sepahit dan sesulit apapun. Bersatulah dalam jama'ah, sebenci dan sekecewa apapun, karena berjama'ah lebih baik daripada sendirian. Bangkitlah ketika jatuh dan jangan menyerah. Peganglah prinsip kita. Bertaushiahlah setiap sa'at, agar saudaramu merasa memiliki dan dimiliki. Jangan tinggalkan yang dibelakangmu, tunggu dg kesabaran dan keikhlasan." (Hasan Al Banna) "musuh-musuh allah dan para pendukung kebathilan tidak akan membiarkan dakwah allah berjalan,membesar dan berkembang dikalangan manusia,mereka tidak akan membiarkan dakwah ini menjadi kuat, teguh dan mampu menghapus mereka yg penuh dengan kebathilan dan kesesatan. mereka sudah pasti akan melancarkan serangan terhadap dakwah allah dan para pendukungnya dengan cara mendustakan,memperolok-olokan,menimbulkan keraguan dan menghalangi manusia dari jalan dakwah". (syaikh musthafha masyur) "luaskan bentangan cakrawala kepahamanmu. Bergerak dalam dinamika dakwah adalah pergerakan yang berlandaskan kepahaman, berlandaskan hujah, berlandaskan ilmu dan pengetahuan. Tak ada keberhasilan dakwah, jika tidak diawali ilmu dan kepahaman. Tidak akan ada keteguhan di jalan dakwah, jika tidak memiliki cakrawala pengetahuan yang memadai.."(Cahyadi Takariawan)
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

2 Balasan ke Membangun Kolektivitas, Mentalitas, dan Militansi Dalam Jiwa Aktivis Dakwah Kampus

  1. abdul malik berkata:

    masya Allah. aq ngopy ya

  2. Cha_mabda'i berkata:

    Izin copas ya… :)
    sykrn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s